Seminar Nasional
Filsafat Islam dan Tasawuf
PMIAI UPM-ICAS Jakarta
STFI Sadra Jakarta
Jln. Pejaten Raya no. 19, Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta
Selatan
Syarah Manzumah, Karya Filsafat Hikmah Puitis yang Unik
Oleh: Husein Shahab
Mulla Hadi Sabzawari dilahirkan pada tahun 1212/1797-98 di
Sabziwar, Khurasan. Beliau dikenal sebagai seorang filsuf, arif, teolog dan
penyair. Diantara semua karya beliau yang paling populer adalah Syarah
Manzumah. Kitab ini adalah miniatur dari kitab Asfarnya Mulla Sadra, hanya saja
ia disusun dalam bentuk puisi yang sangat indah. Filsafat yang dibawa oleh
Sabzawari bukanlah sebuah madzhab filsafat baru, sehingga ia meenjadi pemikiran
dengan madzhab filsafat tersendiri, beliau hanya menjelaskan dan
mensistemasikan yang sudah dibawa oleh Mulla Sadra.
Madzhab filsafat Isfahan
ini identik dengan sebuah sintesis antara teks agama (Al-Quran dan hadits Nabi
serta hadits para Imam Ahlul Bait), pengalaman spiritual dan prinsip-prinsip
rasionalitas. Kitab Mahzumah Sabzawari pada hakikatnya dibagi menjadi dua
bagian ilmu, yaitu mantiq (logika) dan hikmah. Manzumah yang berkaitan dengan
mantiq digubahnya menjadi sebuah kitab tersendiri dengan nama Al-La’ali
Al-Muntazamah. Sementara untuk ilmu Al-Hikmah, digubahnya dalam kitab yang
bernama Ghurar Al-Faraid. Inilah kitab filsafat yang paling menghibur ketika
dibaca terutama bagi para pemula sebab ia diungkapkan dengan kata-kata yang
puitis dan jauh dari kesan yang membingungkan (kecuali bagi yang tidak mengerti
Bahasa Arab). Karena itu buku ini menjadi sangat populer sejak pertama kali
muncul. Banyak buku syarah yang ditulis untuk menjelaskan maksud kandungannya.
Antara lain karya Muhammad Hidaji dan Mirza Mehdi Asytiyani, juga Muhammad Taqi
Amuli yang berjudul Durar Al-Fawa’id.
Mengenal Fushush Al-Hikam Ibn Araby
Oleh: Kautsar Azhari Noer
Periode sejarah politik dunia Islam secara makro ketika Ibn Araby
hidup adalah periode disintegrasi (1000-1250) yang ditandai oleh lahirnya
dinasti-dinasti yang melepaskan diri
dari kekuasaan khalifah di Baghdad, perebutan kekuasaan di pusat pemerintahan
dan perang salib. Muhammad ibn Ali ibn Muhammad ibn Arabi Al-Tha’i Al-Hatimi
dilahirkan pada tanggal 17 Ramadhan 560 H, bertepatan dengan 28 Juli 1165 M di
Mursia, Spanyol bagian tenggara dan wafat pada tanggal 22 Rabiul Akhir 638 H,
bertepatan dengan November 1240 M di Damaskus, Suriah. Salah satu karya Ibn
Araby adalah Fushush Al-Hikam, dinamakan Fushush Al-Hikam karena setiap Nabi
yang namanya dijadikan judul dalam setiap bab adalah tatakan manusia/ikatan
manusia tempat batu permata setiap jenis kebijaksanaan diletakkan/dipasang yang
membuat setiap Nabi sebagai segel, cap, stempel/tanda suatu aspek partikular dari
Kebijaksanaan Ilahi. Ini diungkapkan dengan cara lain dalam judul-judul bab,
misalnya judul bab pertama adalah “Tatakan Batu Pertama Kebijaksanaan Ilahi
dalam Kata Adami” (Fashsh Hikamah Ilahiyyah fi Kalimah Adamiyyah), dalam bab
ini Kebijaksanaan Ilahi diungkapkan/diletakkan dalam bentuk/kata Adami, Adam
dalam konteks ini menjadi kata Ilahi dari sebuah kebijaksanaan partikular,
dalam hal ini “Kata” (kalimah) adalah sama dengan “Tatakan Batu Permata”
(Fashsh) pada judul utama ini.







0 komentar:
Posting Komentar