Selasa, 07 Januari 2014

Resume seminar stfi SADRA

Seminar Nasional
Filsafat Islam dan Tasawuf

PMIAI UPM-ICAS Jakarta
STFI Sadra Jakarta
Jln. Pejaten Raya no. 19, Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan


Syarah Manzumah, Karya Filsafat Hikmah Puitis yang Unik
Oleh: Husein Shahab

Mulla Hadi Sabzawari dilahirkan pada tahun 1212/1797-98 di Sabziwar, Khurasan. Beliau dikenal sebagai seorang filsuf, arif, teolog dan penyair. Diantara semua karya beliau yang paling populer adalah Syarah Manzumah. Kitab ini adalah miniatur dari kitab Asfarnya Mulla Sadra, hanya saja ia disusun dalam bentuk puisi yang sangat indah. Filsafat yang dibawa oleh Sabzawari bukanlah sebuah madzhab filsafat baru, sehingga ia meenjadi pemikiran dengan madzhab filsafat tersendiri, beliau hanya menjelaskan dan mensistemasikan yang sudah dibawa oleh Mulla Sadra.
Madzhab filsafat Isfahan ini identik dengan sebuah sintesis antara teks agama (Al-Quran dan hadits Nabi serta hadits para Imam Ahlul Bait), pengalaman spiritual dan prinsip-prinsip rasionalitas. Kitab Mahzumah Sabzawari pada hakikatnya dibagi menjadi dua bagian ilmu, yaitu mantiq (logika) dan hikmah. Manzumah yang berkaitan dengan mantiq digubahnya menjadi sebuah kitab tersendiri dengan nama Al-La’ali Al-Muntazamah. Sementara untuk ilmu Al-Hikmah, digubahnya dalam kitab yang bernama Ghurar Al-Faraid. Inilah kitab filsafat yang paling menghibur ketika dibaca terutama bagi para pemula sebab ia diungkapkan dengan kata-kata yang puitis dan jauh dari kesan yang membingungkan (kecuali bagi yang tidak mengerti Bahasa Arab). Karena itu buku ini menjadi sangat populer sejak pertama kali muncul. Banyak buku syarah yang ditulis untuk menjelaskan maksud kandungannya. Antara lain karya Muhammad Hidaji dan Mirza Mehdi Asytiyani, juga Muhammad Taqi Amuli yang berjudul Durar Al-Fawa’id.


Mengenal Fushush Al-Hikam Ibn Araby
Oleh: Kautsar Azhari Noer

Periode sejarah politik dunia Islam secara makro ketika Ibn Araby hidup adalah periode disintegrasi (1000-1250) yang ditandai oleh lahirnya dinasti-dinasti  yang melepaskan diri dari kekuasaan khalifah di Baghdad, perebutan kekuasaan di pusat pemerintahan dan perang salib. Muhammad ibn Ali ibn Muhammad ibn Arabi Al-Tha’i Al-Hatimi dilahirkan pada tanggal 17 Ramadhan 560 H, bertepatan dengan 28 Juli 1165 M di Mursia, Spanyol bagian tenggara dan wafat pada tanggal 22 Rabiul Akhir 638 H, bertepatan dengan November 1240 M di Damaskus, Suriah. Salah satu karya Ibn Araby adalah Fushush Al-Hikam, dinamakan Fushush Al-Hikam karena setiap Nabi yang namanya dijadikan judul dalam setiap bab adalah tatakan manusia/ikatan manusia tempat batu permata setiap jenis kebijaksanaan diletakkan/dipasang yang membuat setiap Nabi sebagai segel, cap, stempel/tanda suatu aspek partikular dari Kebijaksanaan Ilahi. Ini diungkapkan dengan cara lain dalam judul-judul bab, misalnya judul bab pertama adalah “Tatakan Batu Pertama Kebijaksanaan Ilahi dalam Kata Adami” (Fashsh Hikamah Ilahiyyah fi Kalimah Adamiyyah), dalam bab ini Kebijaksanaan Ilahi diungkapkan/diletakkan dalam bentuk/kata Adami, Adam dalam konteks ini menjadi kata Ilahi dari sebuah kebijaksanaan partikular, dalam hal ini “Kata” (kalimah) adalah sama dengan “Tatakan Batu Permata” (Fashsh) pada judul utama ini.






                                

0 komentar:

Posting Komentar